6.09.2011

Dinamika Sarkas Di Jejaring Sosial

Seperti sudah kita ketahui sarkas atau sarkasme adalah kata-kata berisi ejekan atau cemoohan yang ditujukan untuk orang lain. Dan bagaimana ketika sarkas tersebut menguap ke jejaring sosial?

Baik, saya ambil contoh dari jejaring sosial seperti facebook dan twitter yang sekarang seperti sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kalangan tertentu di masyarakat masa kini. Di kedua jejaring sosial yang semakin hari semakin banyak penggunanya itulah tempat dimana saya sering menemukan kata-kata sarkas bermunculan disana. Sarkas disini bermacam-macam, ada yang terdengar agak lucu kata-katanya, beberapa ada yang terasa pedas, beberapa lagi ada yang terlihat seperti kehabisan kata-kata, dan kemudian mengandalkan kata-kata sarkas untuk meng-‘update’ status mereka.

Yang namanya mengejek pastilah ada sasarannya. Karena di status jejaring sosial si pengejek seringkali tidak tercantum nama siapa yang menjadi sasaran, maka sebenarnya sarkas tersebut memiliki sasaran yang ‘random’. Bisa tertuju tepat ke sasaran, atau malah sarkas itu ‘mlengos’ ke hati orang-orang yang memang dasarnya mudah tersindir.

Yah, seperti pada prinsip dasarnya, jejaring sosial itu tujuannya untuk menambah jaringan hubungan sosial kita dengan orang lain. Jangan malah karna banyaknya sarkas yang padahal bersifat ‘random’ tersebut kita malah jadi orang yang perasa, dan mudah tersindir, yang akhirnya akan minder dalam kehidupan sosialnya. Anggap saja sarkas yang berserakan di dunia maya itu sebagai kritik, kritik yang membangun, jangan terlalu diambil pusing, apalagi sampai dimasukkan kedalam hati. Hidup itu santai, hanya pola pikir kita yang membuatnya rumit.

No comments: