Showing posts with label ceracau. Show all posts
Showing posts with label ceracau. Show all posts

8.22.2011

Sorban dan Helm; Antara Hukum, Agama, dan Maut



“Pelindung kepala dari maut: Helm. Pelindung kepala dari hukum: Sorban.”

— Diatas kendaraan roda dua seperti motor, manusia-manusia bersorban seringkali mendapatkan superioritas dari polisi. Biarpun, tidak mengenakan helm, tetapi polisi biasanya akan tetap meloloskan mereka dari masalah tilang-menilang, tidak tahulah atas dasar apa. Yang jelas, bisa lolos dari tilang bukan berarti mereka bisa lolos juga dari maut. Dan setahu saya, bila kita dituntut untuk taat kepada agama, bukankah secara otomatis kita dituntut pula untuk taat kepada hukum?

gambar diambil dari sini

6.09.2011

"Semua Bergerak, Untuk Sastra Indonesia"


Jauh di kepunahan, teror bom lewat buku, pengasingan dokumentasi sastra. Merupakan sebagian penyebab dari pudarnya sastra Indonesia. Mari selamatkan sastra Indonesia, karena sastra Indonesia merupakan momok penting dalam peradaban Indonesia. Buku berjudul “Semua Bergerak Untuk Sastra Indonesia”, merupakan aksi dari mereka yang peduli terhadap sastra Indonesia. Ada banyak cerpen, puisi, dan essai dari kalangan muda dan tua yang terkomposisi apik dalam buku tersebut. Dengan membeli buku tersebut, kita sekaligus menyelamatkan sastra Indonesia. Karena 100% royalti penulis dari hasil penjualan buku akan disumbangkan ke dokumentasi sastra PDS H.B. Jassin yang terancam ditutup karena kekurangan biaya. Menikmati bukunya sekaligus membantu sesama.

(untuk cara pemesanan buku, dapat dilihat di : sini)


gambar diambil dari sini

Naik-Naik Ke Puncak Flyover


Naik.. Naik.. Ke puncak flyoveeer.. Tinggi… Tinggi… Sekali…

Naik.. Naik.. Ke puncak flyoveeer.. Tinggi… Tinggi… Sekali…

Kiri.. Kanan.. Kulihat saja.. Banyaaak pohon cemara..a..aa Kini.. Mana.. Sudah tak ada.. Hilaaang ditebang semua…

Naik.. Naik.. Ke puncak flyoveeer.. Tinggi… Tinggi… Sekali…

Naik.. Naik.. Ke puncak flyoveeer.. Tinggi… Tinggi… Sekali…

Kiri.. Kanan.. Kulihat saja.. Banyaaak pohon sengsara..a..aa Kiri.. Kanan.. Kulihat saja.. Jadiii beton semuaaaa….

(silahkan dinyanyikan dengan nada sama seperti lagu “Naik-naik Ke Puncak Gunung” agar efeknya lebih terasa).


gambar diambil dari http://www.google.co.id/imgres?q=pembangunan+fly+over+di+jakarta&hl=id&biw=1024&bih=662&tbm=isch&tbnid=k4TilZOzjrhtGM:&imgrefurl=http://id.ibtimes.com/articles/2886/20101019/flyover-kemayoran-renggang-dki-akan-segera-perbaiki.htm&docid=Ek4fzrOfPoGBnM&w=400&h=257&ei=ZSlZTo3lKMqyrAf2kLDACg&zoom=1

4.23.2011

Prosa Gantung

Ceritanya tak akan selesai, penulisnya telah dibonsai
Ceritanya menggantung, penulisnya telah digantung

Alurnya jadi tak jelas, tiap aksaranya berlarian, takut dihanguskan
Semua tokohnya pun jadi protagonis, dialognya penuh tangis

Klimaksnya tak tahu dimana, mereka sudah membuangnya entah kemana
Tak tahu apa temanya, yang jelas ia terus teraniaya

Prolognya gemetar, isinya terus dibakar
Sampai tak ada lagi koma ataupun titik, yang tersisa hanya pelik.

3.06.2011

Ayam Dalam Definisi Saya

ini namanya ayam, kalau kelihatan di kampus namanya ayam kampus, kalau kelihatan di rumah makan namanya ayam goreng, kalau yang buat jadi bahan timpukkan massa ke kantor polisi itu namanya telor ayam

Tentang yang Ditentang, Tentang yang Ditendang

Ajarannya dianggap salah, bikin buat masyarakat gerah
Tua muda kena fitnah, atas oknum yang tak mau kalah

Mereka hanya tersesat, tapi kalian membantai seenak jidat
Mereka saudara kalian, mengapa harus dikucilkan?

Tak ada yang perlu dibela, Ia lebih tahu dari apa yang kalian bina
Tak ada yang perlu dicela, bahkan kalian tak lebih baik dari seekor serigala

Ajak mereka berdiskusi, tentang apa yang kalian anggap asas Islami
Jangan asal eksekusi, hanya karna lain persepsi

3.04.2011

Seharusnya Mereka Berada Dalam Kandang

tersentak jantungku, seperti sedang diburu
anarkisme melaju, pluralisme membisu

saudaraku jadi serigala, beringas hantam setiap kepala

pucat pasi tanpa ambisi, terbunuh karna tak satu misi
malam tak lagi sunyi, deru senapan setia mengiringi

pindahkan mereka ke kandang babi! dimana tak ada yang merasa suci
namun hidup berdampingan tanpa rasa benci

pindahkan mereka ke kandang anjing! dimana semua bebas untuk kencing
namun hidup berdampingan, tak membuat yang lain terguling